Bagi Wawasan

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label cgi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cgi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 November 2016

CGI, Teknologi yang Wujudkan Segala Imajinasi Sutradara Film




Jika Anda sudah menonton film Fast & Furious 7 pasti telah melihat sosok Paul Walker masih berperan sebagai Brian O’Conner. Padahal, kita semua tahu jika Paul Walker telah meninggal dunia saat proses pembuatan film ini masih berlangsung. Bagaimana sosok Paul Walker dapat hidup kembali? Teknologi memegang peranan penting dalam hal ini.

Sosok Paul Walker dapat ‘dihidupkan’ kembali dengan memanfaatkan teknologi CGI. Apa itu CGI? CGI (Computer Generated Imagery) merupakan proses pembuatan tokoh atau gambar dengan menggunakan software di komputer. Dengan menggunakan CGI, sang Sutradara dapat mewujudkan seluruh imajinasinya dalam proses pembuatan film. Bahkan, hasilnya pun dapat membuat gambar tersebut menjadi seolah-olah benar-benar ada. Penerapan CGI juga merupakan salah satu bagian dari penambahan special effect dalam proses pembuatan film.

CGI dapat dibuat dalam bentuk 2D ataupun 3D. CGI 2D biasanya diterapkan pada bidang yang datar. Contoh-contoh obyek yang dibuat dengan CGI 2D adalah tokoh kartun dan bentuk-bentuk geometrik. Software yang digunakan untuk membuat biasanya adalah Adobe Illustrator, Adobe Photoshop, GNU Image Manipulation Program, CorelPaint dan CorelDraw, serta AutoCAD.

Selain 2D, CGI juga dapat menghasilkan obyek 3D. CGI 3D memungkinkan Anda untuk membuat obyek dengan bentuk, tekstur, pencahayaan, bahkan obyek tersebut dapat bergerak seolah-olah menjadi nyata. CGI 3D biasanya diaplikasikan dalam pembuatan obyek manusia, hewan, lingkungan, dan lain-lain. Software yang digunakan didalamnya biasanya adalah Autodesk 3Ds Max, Autodesk Maya, Blender, Cinema 4D Studio, Sketchup, Lightwave 3D, dan lain-lain.

CGI berbeda dengan animasi atau film kartun pada umumnya. Proses pembuatan film kartun biasanya dimulai dengan menggambar tokoh atau karakter dalam film secara manual. Sedangkan CGI membuat karakter tokohnya dengan menggunakan software tertentu di komputer. Film kartun saat ini juga banyak yang telah menerapkan teknologi CGI karena dianggap lebih cepat proses pembuatannya walaupun membutuhkan biaya yang cukup mahal. Beberapa contoh film kartun yang belum menggunakan teknologi CGI antara lain adalah film Pinocchio, Aladin, 101 Dalmantion, Mickey Mouse, dan lain-lain. Sedangkan beberapa contoh film kartun yang telah menerapkan teknologi CGI adalah Toy Story, Cars, Wall-e, Finding Nemo, The Incredibles, Monster Inc, dan masih banyak lagi.

Bagaimana Paul Walker dapat kembali muncul di Film Fast & Furious 7? Sang Sutradara, James Wan, mengatakan sosok Brian O’Conner diperankan oleh dua saudara Paul Walker, yakni Cody dan Caleb Walker pada beberapa adegan yang diambil setelah wafatnya Paul Walker. Dengan berbagai teknik CGI yang dilakukan, wajah kedua saudara Paul Walker ini dibuat sedemikian rupa sehingga penonton seolah-olah tetap melihat Paul Walker yang asli.

Sumber dari https://www.selasar.com/kreatif/cgi-teknologi-yang-wujudkan-segala-imajinasi-sutradara-film

Pengertian CGI (Computer Graphic Image)



Computer-generated image(juga dikenal sebagai CGI) adalah penerapan bidang komputer grafis, atau lebih khusus, grafis 3D komputer untuk efek khusus dalam film, program televisi, commercials, simulators dan simulasi umumnya, dan media cetak. Video game biasanya menggunakan real-time komputer grafis (jarang disebut sebagai CGI), tetapi juga termasuk pra-diberikan �memotong adegan� dan intro film yang dimana itu akan menjadi cirri khas aplikasi CGI. Ini kadang-kadang disebut sebagai FMV (Full motion video).

CGI digunakan untuk efek visual komputer karena efek yang dihasilkan akan lebih terkontrol dibandingkan lainnya berdasarkan proses fisik, seperti membangun miniatures untuk efek gambar atau mempekerjakan tambahan untuk adegan keramaian, dan karena itu memungkinkan penciptaan gambar yang tidak layak menggunakan teknologi lain. Hal ini dapat juga mengizinkan seorang seniman atau produser untuk menghasilkan konten tanpa menggunakan aktor, pelayanan yang mahal.

Komputer seperti perangkat lunak 3ds Max, dan open source Blender, LightWave 3D, dan Maya Softimage AutoDesk digunakan untuk membuat gambar yang dihasilkan komputer untuk film, dll. Penerimaan software CGI dan peningkatan kecepatan komputer telah diizinkan seseorang dan perusahaan-perusahaan kecil untuk menghasilkan sebuah profesional grade film, permainan, dan seni rupa dari rumah komputer. Hal ini yang telah membawa tentang Internet subkultur dari CGI itu sendiri dengan set global selebriti, clich�s, teknis dan kosa kata.


Sumber dari http://kaskushotthreads33.blogspot.co.id/2016/09/ternyata-ini-dia-fakta-keren-dibalik.html

Penjelasan Tentang CGI dan Manfaatnya


    Sekuel dari The Avengers yang menggabungkan jagoan-jagoan Marvel (Iron Man, Thor, Captain America, Hulk, Hawkeye, Black Widow dkk) ini memang sudah ditunggu-tunggu oleh para penggila komik Marvel dan penggemar film-film Hollywood. Tekanan yang diemban sutradara Joss Whedon memang sangat berat, mengingat sukses besar The Avengers, seri pertama franchise Avengers. Tampilan visualisasi yang cukup menarik dan dijamin tidak membuat penonyon mengalami bosan sedetikpun. Setidaknya sepuluh perusahaan efek visual dikreditkan untuk pekerjaan mereka pada perakitan diantisipasi Marvel The Avengers. Dan sekarang Mike Seymour dari fxguide telah mengumpulkan kumuh di semua studio VFX. Coba kita lihat video berikut ini.
   Setelah melihat video ini, gue tertarik untuk membahas apa yang ada dibalik layar dari film ini terutama teknik CGI, VFX, dan green screne. Dari cuplikasi video diatas, tentunya sebuah film membutuhkan ruang hijau untuk memanipulasi kembali dengan teknik CGI. Dengan memanfaatkan aktor yang sudah beraksi kemudian memasukkan hasil fotografer sebagai gambar foto dan nantinya diolah kembali oleh ahli komputer grafik. Sebelumnya kita perkenalan dulu dengan yang namanya CGI.

CGI (Computer Generated Image)
   Computer-generated image adalah penerapan grafis 3D atau dikhususkan untuk bidang komputer grafis dimana dikhususkan efek khusus dalam film, program televisi, commercials, dan simulasi umumnya. CGI digunakan untuk efek visual komputer karena efek yang dihasilkan akan lebih terkontrol, seperti membangun miniatur untuk efek gambar atau memperkerjakan tambahan untuk adegan keramaian. Hal ini juga mudah mendapatkan seorang seniman atau prosedur untuk menghasilkan konten tanpa menggunakan aktor, pelayanan yang mahal.

Software komputer seperti 3ds max dan open source Blender, LightWave 3D, dan Maya Softimage AutoDesk digunakan untuk mengelola gambar yang dihasilkan komputer untuk film dll. Perusahaan-perusahaan kecil bisa menghasilkan sebuah profesional grade film dari komputer. Hal ini yang bisa membawa tentang internet subkultur dari SCGI itu sendiri secara global.

Contoh tentang teknologi CGI dan VFX dalam film X-Men Days of The Future Past - See more at: http://denotnote.blogspot.co.id/2015/10/cgi-dan-vfx-marvel-studio.html#sthash.c7ykzVXQ.dpuf

Sumber dari http://denotnote.blogspot.co.id/2015/10/cgi-dan-vfx-marvel-studio.html

Teknologi CGI dalam Film, apa itu CGI?

Apa itu CGI? Tentu tak sedikit dari kita yang mempertanyakan dengan teknologi apa dan bagaimana film-film kreatif ini dibuat. Ternyata, kunci pembuatan film-film ini adalah sebuah aplikasi komputer grafis yang disebut computer generated imagery (CGI). Dengan perangkat lunak ini bisa diciptakan gambar 3D lengkap dengan berbagai efek yang dikehendaki. Beberapa software CGI populer antara lain Art of Illusion (bisa di-download di sourceforce.net), Maya, Blender, dan lain-lain. CGI merupakan tehnik penerapan teknologi komputer grafik untuk pembuatan efek kusus (special effect) dalam film. Perangkat lunak (software/program) komputer yang biasanya digunakan dalam penerapan CGI antara lain 3ds Max, Blender, Light Wafe 3D, Maya, dan Autodesk Softimage. Computer-Generated Imagery (CGI; bahasa Indonesia: “pencitraan yang dihasilkan komputer”) adalah penggunaan grafik komputer (atau lebih tepatnya, grafik komputer 3D) dalam efek spesial. CGI digunakan dalam film, acara televisi dan iklan, dan juga media cetak. Permainan video umumnya menggunakan grafik komputer waktu-nyata (jarang disebut sebagai CGI), namun juga sering menggunakan “adegan tengah” (cutscene) yang telah dirender dan film-film pembuka yang mirip dengan penggunaan CGI.

 Ini dinamakan Full Motion Video (FMV). Kebut-kebutan di dunia animasi semakin sengit saja. Persaingan itu tidak hanya di era 3D sekarang. Namun, di era animasi 2D dulu pun juga terjadi persaingan secara ketat. Topik ini sangat menarik untuk diperbincangkan. Di dalam tulisan ini saya akan menulis hal-hal yang berkaitan dengan dunia animasi. Kita tahu bahwa sesuatu rangkaian gambar dengan memanfaatkan teknik animasi sehingga menghasilkan sesuatu yang terlihat hidup dan bergerak disebut dengan animasi. Masih banyak pengertian animasi yang dapat kita ketahui. Dunia film animasi yang akan saya bicarakan disini adalah animasi-animasi dalam bentuk kartun. Kita ketahui bahwa animasi tidak akan jauh-jauh dari Disney. Animasi pertama kali dihasilkan pada tahun 1901 dan diciptakan oleh seorang lelaki bernama Walter Disney. Ia mendirikan sebuah perusahaan yang kian lama semakin merajai dunia kartun. Perusahaan yang menjadi “rajanya animasi”, Walt Disney. Sudah ratusan film kartun yang sudah diciptakan oleh perusahaan besar ini. Akibatnya, terbentuk suatu pikiran di masyarakat, jika kita ngomongin film kartun maka kita ngomongin Disney. Animasi 2D terus dikonsumsi oleh para animator-animator dunia. Selain Disney, perusahaan lain yang menggunakan animasi 2D adalah Nickelodeon. Nickelodeon menciptakan beberapa film-film kartun, salah satu yang menjadi icon juga adalah SpongeBob Square Pants. Masih banyak perusahaan-perusahaan lain yang mengikuti jejak Walt Disney dalam menciptakan film-film kartun berbasis 2D. Kita ketahui, teknologi selalu berjalan maju ke depan. Teknik animasi berbasis 2D pun mempunyai saingan, yakni teknik animasi dengan basis 3D. Film-film animasi dengan 3D mempunyai keunggulan yang lebih dibandingkan dengan 2D. Teknik modern ini menjadikan film-film animasi kartun lebih real, bernyawa dan lebih hidup tentunya. Dengan bantuan teknologi CGI (Computer Generated Imagery), film-film kartun terlihat lebih bernyawa dan nyata. Kita semua pastinya pernah menyaksikan film-film photo realistic animation yang mendorong kita untuk membayangkan bagaimana cara membuatnya. Adegan air laut terbelah dan membentuk gelombang setinggi menara tertinggi di dunia. akibat tumburan meteor sebesar kota New York dan siap menyelimuti kota terbesar di dunia dan merobohkan gedung-gedung pencakar langit dalam film Deep Impact yang begitu realistis membuat kita bertanya-tanya bagaimana proses pembuatannya? Begitu juga dengan adegan kota yang tertutup badai salju dalam film The Day After Tomorrow. Ada yang menebak dibuat miniatur kecil yang semirip mungkin dengan aslinya kemudian disiram dengan air sehingga terlihat seperti adegan-adegan spektakuler itu. Adalah teknologi komputer grafis yang membantu berbagai macam hal yang terlalu mahal dan tak mungkin untuk dibuat dalam film, iklan, dan video games menjadi nyata. Teknologi visual effect pada berbagai macam software 3 dimensi dan software-software pendukung lainnya yang membuat kita terhenyak ketika menyaksikan adegan seolah-olah bumi mengalami kiamat. Mungkin anda mulai berpikir apa hubungannya hal-hal semacam itu dengan fotografi? Di negara-negara barat teknologi canggih atau yang kini sering disebut dengan CGI mulai diaplikasikan pada bidang fotografi.

Berbagai obyek yang terlalu sulit atau mahal dibuat dengan fotografi diciptakan melalui CGI. CGI atau yang disebut juga Computer-generated imagery adalah sebuah visual-visual baik berbentuk still foto maupun film/ iklan/ interactive element dalam website yang diciptakan dengan software-software komputer grafis. Visual-visual yang dihasilkan melalui proses CGI biasanya mengedepankan unsur photo-realistic atau kemiripan dengan aslinya. (Computer-Generated Imagery). Teknologi CGI ini membuat gambar yang dihasilkan lebih bagus dan terlihat seperti nyata. Glen Taylor, pendiri sekaligus direktur operasional Taylor James, sebuah perusahaan CGI yang berdomisili di Inggris mengatakan bahwa kini kita bisa menjumpai banyak gambar yang dihasilkan dengan CGI, baik sebagian ataupun secara keseluruhan. Mulai dari film animasi, video & computer game, special effects pada film & iklan TV, konten interaktif pada website dan dalam pembuatan sebuah visual fotografi. ketika menggunakan fotografi dalam membuat sebuah visual, maka obyek yang didapatkan adalah apa adanya. Ketika kita menginginkan sedikit perubahan dan penyesuaian maka diperlukan pemotretan ulang. Gley Taylor dari Taylor James (pembuat CGI pertama) memberi contoh sebuah project Motorola yang mereka kerjakan, project tersebut berawal dari hanya image untuk iklan cetak.


 Sumber dari http://nanto88.blogspot.co.id/2012/03/teknologi-cgi-dalam-film-apa-itu-cgi.html

Pengertian CGI dan Penggunaan CGI Dalam Dunia Film

1.Pengertian CGI (Computer Graphic Image)

Computer-generated image(juga dikenal sebagai CGI) adalah penerapan bidang komputer grafis, atau lebih khusus, grafis 3D komputer untuk efek khusus dalam film, program televisi, commercials, simulators dan simulasi umumnya, dan media cetak. Video game biasanya menggunakan real-time komputer grafis (jarang disebut sebagai CGI), tetapi juga termasuk pra-diberikan “memotong adegan” dan intro film yang dimana itu akan menjadi cirri khas aplikasi CGI. Ini kadang-kadang disebut sebagai FMV (Full motion video).

CGI digunakan untuk efek visual komputer karena efek yang dihasilkan akan lebih terkontrol dibandingkan lainnya berdasarkan proses fisik, seperti membangun miniatures untuk efek gambar atau mempekerjakan tambahan untuk adegan keramaian, dan karena itu memungkinkan penciptaan gambar yang tidak layak menggunakan teknologi lain. Hal ini dapat juga mengizinkan seorang seniman atau produser untuk menghasilkan konten tanpa menggunakan aktor, pelayanan yang mahal.

Komputer seperti perangkat lunak 3ds Max, dan open source Blender, LightWave 3D, dan Maya Softimage AutoDesk digunakan untuk membuat gambar yang dihasilkan komputer untuk film, dll. Penerimaan software CGI dan peningkatan kecepatan komputer telah diizinkan seseorang dan perusahaan-perusahaan kecil untuk menghasilkan sebuah profesional grade film, permainan, dan seni rupa dari rumah komputer. Hal ini yang telah membawa tentang Internet subkultur dari CGI itu sendiri dengan set global selebriti, clichés, teknis dan kosa kata.

2. Penggunaan CGI(Computer Graphic Imagery) Dalam Dunia Film

Kalau kita tengok ke belakang, ”Toy Story” (1995), film debutan Pixar yang dibiayai dan dipasarkan The Walt Disney Company itu sukses besar sebagai film pertama yang secara penuh menggunakan teknologi komputer. Sejak saat itu studio animasi digital lain seperti Blue Sky Studios (Fox), DNA Productions (Paramount Pictures and Warner Bros.), Onation Studios (Paramount Pictures), Sony Pictures Animation (Columbia Pictures), DreamWorks, dan yang lainnya tak mau ketinggalan untuk memproduksi film sejenis.

Tentu tak sedikit dari kita yang mempertanyakan dengan teknologi apa dan bagaimana film-film kreatif ini dibuat. Ternyata, kunci pembuatan film-film ini adalah sebuah aplikasi komputer grafis yang disebut computer generated imagery (CGI). Dengan perangkat lunak ini bisa diciptakan gambar 3D lengkap dengan berbagai efek yang dikehendaki. Beberapa software CGI populer antara lain Art of Illusion (bisa di-download di sourceforce.net), Maya, Blender, dan lain-lain.

CGI 2D dipakai pertama kali pada film ”Westworld” (1973) karya novelis scifi Michael Crichton dan sekuelnya ”Futureworld” (1976) menggunakan CGI 3D untuk membuat tangan dan wajah yang dikerjakan oleh Edwin Catmull, ahli komputer grafik dari New York Institute of Technology (NYIT). Tapi, tidak semua film berhasil memberikan sentuhan animasi yang bagus. Film ”Tron” (1982) dan ”The Last Starfighter” (1984) termasuk yang gagal karena efek yang mereka berikan kelihatan sekali buatan komputer.

Revolusi ” Jurassik Park”

Teknologi CGI biasa dipakai dalam pembuatan film, program televisi, dan beberapa iklan komersial, termasuk media cetak. Aplikasi ini memberikan kualitas grafis yang sangat tinggi dengan efek yang lebih terkontrol daripada metode konvensional seperti membuat miniatur untuk pembuatan adegan kecelakaan yang dramatis atau menambah aktor figuran untuk menggambarkan suasana keramaian penuh sesak.

Di tahun 1991 film ”Terminator 2: Judgement Day” yang dibintangi Gubernur California sekarang Arnold Schwarzeneger membuat decak kagum penonton dengan efek morphing (perubahan dari satu wajah/bentuk ke wajah/bentuk yang lain secara halus) dan liquid metal si penjahat pada beberapa aksinya. Dua tahun kemudian film legendaris tentang dinosaurus, ” Jurassic Park” juga memberikan efek visual yang mengagumkan pada makhluk purba itu sehingga tampak betul-betul hidup. ” Jurassic Park” membawa revolusi pada industri perfilman dan Hollywood bertransisi dari animasi konvensional menjadi teknik digital.

Tahun berikutnya, ”Forrest Gump”, film drama dengan aktor tersohor Tom Hanks, juga memanfaatkan teknologi CGI untuk efek menghilangkan salah satu kaki Letnan Dan (dimainkan Gary Sinise) agar tampak pincang betulan. Efek lainnya adalah pergerakan bola ping-pong yang sangat cepat ketika dimainkan oleh Tom Hanks. Bahkan, adegan dengan efek bulu melayang di udara merupakan garapan sebuah studio animasi di Bandung.

”Digital grading”

CGI pun semakin mendarah daging dalam industri perfilman modern selanjutnya. Mulai tahun 2000-an, CGI memegang peran dominan untuk pemberian efek visual pada sebuah film.

Teknologinya pun berkembang sehingga memungkinkan dalam sebuah adegan berbahaya, sang aktor digantikan oleh aktor ciptaan komputer dengan perbedaan yang tidak kentara. Figuran yang diciptakan dengan komputer seperti pada triloginya Peter Jackson, ”Lord of The Ring”, pun banyak dipakai untuk menciptakan adegan keramaian penuh sesak, tentu dengan bantuan perangkat lunak simulasi.

Salah satu efek CGI dalam film yang kurang dikenal, namun penting, adalah digital grading. Dengan efek ini warna asli hasil shooting direvisi menggunakan perangkat lunak untuk memberikan kesan sesuai dengan skenario. Contohnya wajah Sean Bean (pemeran Boromir) dalam ”The Lord of the Rings: the Two Tower” ketika mati dibuat lebih pucat. Jadi, tidak dengan trik kosmetik, tetapi dengan polesan komputer.

Lantas, bagaimana dengan mimik wajah yang bisa mengekspresikan perasaan haru, sedih, ataupun gembira pada tokoh ciptaan komputer? Dalam pembuatannya, animasi komputer mengkombinasikan vektor grafik dengan pergerakan yang sudah terprogram. Bagian-bagian utama seperti pada wajah, tangan, kaki, dll terdiri dari sejumlah variabel animasi yang akan dikendalikan dengan pemberian nilai tertentu untuk menampilkan ekspresi atau mimik wajah yang dikehendaki.

Tokoh Woody dalam ”Toy Story” terdiri dari 700 variabel animasi dengan 100 variabelnya sendiri untuk wajahnya saja. Jadi, tidak heran berbagai ekspresi wajah seperti tertawa, terkejut, dan sedih bisa dibuat dengan mempermainkan 100 variabel tadi.

Cukup mahal

Sekumpulan variabel dengan nilai yang berubah pada setiap frame yang ditampilkan berurutan menjadi kontrol pergerakan figur tersebut. Hebatnya, animator ”Toy Story” mengendalikan variabel-variabel animasinya secara manual. Bisa jadi, bagi seorang animator yang berbakat, terampil dan berpengalaman malah menghasilkan efek yang lebih bagus dibanding acting orang asli.

Kalau dilihat dari ukurannya, satu frame CGI untuk film biasanya dibuat berukuran 1,4–6 megapiksel. Contohnya, ”Toy Story” berukuran 1536 x 922 (1,42 megapiksel). Bayangkan saja, ternyata waktu yang dibutuhkan untuk rendering tiap frame sekira 2-3 jam, bahkan bisa 10 kali lebih lama untuk menciptakan adegan yang sangat kompleks. Meskipun kecepatan CPU makin tinggi, tidak banyak mengubah waktu yang dibutuhkan karena mereka akan membuat adegan yang lebih kompleks lagi untuk hasil yang lebih bagus lagi. Kendati demikian, dengan peningkatan eksponensial kecepatan CPU, teknologi CGI juga makin potensial ke depan.

Sebagai gambaran, untuk pembuatan film ”Madagascar”, para teknisi menggunakan 2.500 komputer Linux Cluster yang dipasang di dua studio Dream Works dan lab penelitian komputer Hewlett Packard di Palo Alto, California. Komputer sebanyak itu digunakan untuk ”tugas besar” siang malam rendering frame demi frame film berukuran gigabit. Untuk membuat film ”Madagascar” sampai jadi, dibutuhkan waktu lebih dari 11 juta jam.

Menurut Andy Hendrickson, kepala produksi DreamWorks, separuh dari anggaran biaya produksi yang kabarnya mencapai 90 juta dolar AS dipergunakan untuk animasi komputer. Dalam produksinya itu DreamWorks sekaligus menciptakan beberapa teknik yang bisa digunakan lagi untuk film-film animasi selanjutnya.

Penutup

Tidak semua film ciptaan komputer berjalan mulus menjadi box office di pasaran. Contohnya, film yang dikembangkan dari sebuah game yaitu ”Final Fantasy: The Spirit Within” (2001). Meski terkenal sebagai film pertama yang menciptakan tokoh manusia dengan CGI, tapi pasar tak antusias menyambutnya. Tak heran bila setelah produksi ke-2 ”Final Flight of the Osiris” sebuah film pendek sebagai prolog film ”The Matrix Reloaded”, Square Pictures gulung tikar.

Pengembangan teknologi CGI terus dilaporkan setiap tahun pada konferensi tahunan SIGGRAPH mengenai komputer grafis dan teknik interaktif yang dihadiri oleh puluhan ribu profesional komputer. Di sini para tokoh di balik penciptaan animasi-animasi bertemu. Bukan hal yang tidak mungkin suatu hari kelak para animator Indonesia pun akan banyak berbicara di pentas dunia.

Sumber dari https://ikhwanhadidwisaputra.wordpress.com/2009/08/06/pengertian-cgi-dan penggunaan-cgi-dalam-dunia-film/

CARA KERJA CGI

Common Gateway Interface (CGI) merupakan salah satu protokol gateway yang pertama diciptakan, dan tersukses untuk menghubungkan web server dan aplikasi. CGI adalah aplikasi eksternal standard yang menghubungkannya dengan informasi server, seperti HTTP atau web server.

CARA KERJA CGI - Perhatikan gambar di bawah ini :

Catatan Tentang Common Gateway Interface (CGI)

    Aplikasi CGI yang berupa file skrip, diletakkan di lokasi direktori yang dapat diakses oleh web server.
    Jika ada permintaan terhadap aplikasi dari klien, web server akan membaca skrip dan menjalankan program.
    Web server memberi program ini masukan (termasuk masukan yang diberikan klien) dari masukan standar (stdin) serta beberapa environment variable.

    Web server menunggu program berjalan hingga selesai lalu menangkap keluaran standar program (stdout), keluaran inilah yang diberikan kepada klien.

KELEBIHAN CGI

    Kelebihan yang dimiliki CGI antara lain :
    Skrip CGI dapat ditulis dalam bahasa apa saja, namun barangkali sekitar 90% program CGI yang ada di tulis dalam Perl
    Protokol CGI yang sederhana
    Kefasihan Perl dalam mengolah teks, menjadikan menulis sebuah program CGI cukup mudah dan cepat.
    Meski tertua hingga saat ini menurut survey dari Netcraft sekitar 70% aplikasi di web masih menggunakan CGI. Ini berarti, lebih dari separuh situs Web dinamik yang ada dibangun dengan CGI.

KELEMAHAN CGI

Salah satu kelemahannya ialah kecepatan yang rendah. Untuk menghasilkan keluaran program CGI, overhead yang harus ditempuh cukup besar, Dalam kasus CGI Perl, prosesnya sebagai berikut :

    Web server terlebih dahulu akan menciptakan sebuah proses baru dan menjalankan interpreter Perl.
    Perl kemudian mengkompilasi script CGI tersebut, baru kemudian menjalankan skrip.

Keseluruhan siklus ini terjadi untuk setiap request. Dengan kata lain, terlalu banyak waktu yang dibuang untuk menciptakan proses dan tidak ada cache skrip yang telah dikompilasi.

Namun demikian, mungkin ini tidak lagi menjadi kendala di saat teknologi hardware untuk server sudah sedemikian maju; kecepata prosesor saat ini sudah cukup tinggi. Jika situs web menerima kurang dari sepuluh hingga dua puluh ribu hit CGI per hari, rata-rata mesin web server UNIX yang ada sekarang ini mampu menanganinya dengan baik.

 Sumber dari http://kris-tips-trick.blogspot.co.id/2012/11/catatan-tentang-common-gateway.html

Computer Generated Imagery (CGI)



Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan request untuk membuat artikel tentang CGI. Setelah saya cari tau, ternyata kepanjangan dari CGI itu sendiri ada 2; yang satu adalah Common Gateway Interface dan yang satunya lagi adalah Computer Generated Imagery. Karena yang paling cocok dengan deskripsi kak Rizza adalah Computer Generated Imagery, maka pada malam hari ini, saya akan membahas tentang beberapa hal yang berhubungan dengan materi ini~ 😀

Mungkin sebagian besar para pembaca disini sering bertanya-tanya, gimana sih cara membuat karakter Woody dan Buzz dalam film animasi Toy Story, disertai dengan bermacam-macam ekspresi wajah yang menyerupai manusia?

Nah, hal-hal seperti itu berhubungan dengan yang namanya Computer Generated Imagery (CGI)~

Apa sih pengertian dari CGI itu?

CGI merupakan tehnik penerapan teknologi komputer grafik untuk pembuatan efek khusus (special effect) dalam film. CGI digunakan dalam film, acara televisi dan iklan, dan juga media cetak. Perangkat lunak (software/program) komputer yang biasanya digunakan dalam penerapan CGI antara lain 3ds Max, Blender, Light Wafe 3D, Maya, dan Autodesk Softimage.

Lalu, bagaimana ya sejarah dari CGI ini?

CGI ini berhubungan erat dengan animasi. Animasi pertama kali dihasilkan pada tahun 1901 dan diciptakan oleh seorang lelaki bernama Walter Disney. Sudah tau dong pasti, siapa itu Walter Disney? 🙂 Perusahaan yang didirikan oleh Walter Disney ini menjadi “rajanya animasi”, Walt Disney. Sudah ratusan film kartun yang sudah diciptakan oleh perusahaan besar ini.
Animasi 2D terus dikonsumsi oleh para animator-animator dunia. Selain Disney, perusahaan lain yang menggunakan animasi 2D adalah Nickelodeon. Nickelodeon menciptakan beberapa film-film kartun, salah satu yang menjadi icon juga adalah SpongeBob Square Pants~ x)

Kita ketahui, teknologi selalu berjalan maju ke depan. Teknik animasi berbasis 2D pun mempunyai saingan, yakni teknik animasi dengan basis 3D. Film-film animasi dengan 3D mempunyai keunggulan yang lebih dibandingkan dengan 2D. Teknik modern ini menjadikan film-film animasi kartun lebih real, bernyawa dan lebih hidup tentunya. Nah, dengan bantuan teknologi CGI (Computer Generated Imagery), film-film kartun terlihat lebih bernyawa dan nyata.

Salah satu efek CGI dalam film yang kurang dikenal, namun penting, adalah digital grading. Dengan efek ini warna asli hasil shooting direvisi menggunakan perangkat lunak untuk memberikan kesan sesuai dengan skenario. Contohnya wajah Sean Bean (pemeran Boromir) dalam ”The Lord of the Rings: the Two Tower” ketika mati dibuat lebih pucat. Jadi, tidak dengan trik kosmetik, tetapi dengan polesan komputer.
Kita semua pastinya pernah menyaksikan film-film photo realistic animation yang mendorong kita untuk membayangkan bagaimana cara membuatnya. Akibat tumburan meteor sebesar kota New York dan siap menyelimuti kota terbesar di dunia dan merobohkan gedung-gedung pencakar langit dalam film Deep Impact yang begitu realistis membuat kita bertanya-tanya, bagaimana sih proses pembuatannya?

Tak disangka, yang membantu proses pembuatan hal-hal yang mustahil tersebut adalah Teknologi Komputer Grafis.  Di negara-negara barat, teknologi canggih atau yang kini sering disebut dengan CGI ini mulai diaplikasikan pada bidang fotografi. Berbagai obyek yang terlalu sulit atau mahal dibuat dengan fotografi diciptakan melalui CGI. Visual-visual yang dihasilkan melalui proses CGI biasanya mengedepankan unsur photo-realistic atau kemiripan dengan aslinya. Teknologi CGI ini membuat gambar yang dihasilkan lebih bagus dan terlihat seperti nyata.


Sumber dari http://nrananta.blog.uns.ac.id/2016/02/18/computer-generated-imagery-cgi/

Pengertian Teknologi CGI




 Teknologi CGI  atau Computer-Generated Imagery jika diartikan dalam bahasa Indonesia yaitu pencitraan yang dihasilkan komputer adalah penggunaan grafik komputer atau lebih tepatnya, grafik komputer 3D dalam efek yang spesial. Teknologi CGI di terapkan dalam pembuatan film, acara televisi dan iklan, bahkan media cetak pun menggunakan CGI. Permainan pada video atau akting umumnya menggunakan grafik komputer waktu-nyata (jarang disebut sebagai CGI), tapi juga sering menggunakan "adegan tengah" (cutscene) yang telah di render dan film-film pembuka yang sangat mirip dengan penggunaan teknologi CGI, ini dinamakan sebagai Full Motion Video (FMV).

Pengertian Teknologi CGI

Ads by google:
Teknologi CGI ini sering digunakan untuk efek visual komputer karena efek yang dihasilkan lebih mudah dikontrol dan lainnya juga lebih berdasarkan proses fisik, seperti membuat miniatur untuk efek gambar atau menyewa tambahan untuk adegan keramaian atau perang masal seperti film yang melibatkan banyak prajurit. Hal ini dapat juga menciptakan satu film untuk menghasilkan konten tanpa memakai  aktor, contohnya saja seperti pembuatan film Fast & Furious 7.

Contoh Teknologi CGI Dalam Pembuatan Film

Pengertian Teknologi CGI Dan Contohnya
Jika Sobat pernah menonton film Fast & Furious 7 pasti akan melihat sosok Paul Walker yang masih berperan sebagai Brian O’Conner. Padahal, kita semua tahu bahwa Paul Walker sudah meninggal dunia saat proses pembuatan film Fast & Furious 7 masih berlangsung. Sobat pasti bertanya-tanya bagaimana sosok Paul Walker bisa hidup kembali? Na disini Teknologi memegang peranan penting dalam pembuatan film Fast & Furious 7.

Sosok Paul Walker bisa dihidupkan kembali dengan memanfaatkan teknologi yang sangan canggih yaitu teknologi CGI. Teknologi CGI dapat dibuat dalam bentuk 2D ataupun 3D sesuai dengan keinginan. CGI 2D biasanya digunakan pada bidang-bidang yang datar. Contoh obyek yang dibuat dengan CGI 2D yaitu tokoh kartun dan bentuk-bentuk geometrik. Software yang dipakai untuk membuat biasanya yaitu Adobe Illustrator, GNU Image Manipulation Program, Adobe Photoshop, CorelPaint dan CorelDraw, serta AutoCAD.

Selain gambar 2D, CGI juga bisa menghasilkan obyek 3D. CGI 3D ini memungkinkan Sobat untuk membuat obyek dengan bentuk nyata, pencahayaan, teksturtekstur, bahkan obyek tersebut bisabbergerak seolah-olah menjadi hidup. CGI 3D biasanya diaplikasikan saat pembuatan film pada obyek manusia, lingkungan, hewan, dan lain-lain. Software yang dipakai didalamnya biasanya adalah Autodesk 3Ds Max, Blender, Autodesk Maya, Cinema 4D Studio, Lightwave 3D, Sketchup, dan lain-lain.

Pengertian Teknologi CGI Dan Contohnya

CGI berbeda dengan film animasi atau film kartun pada umumnya. Proses pembuatan film kartun umumnya dimulai dengan menggambar atau mendesai tokoh atau karakter dalam film dengan cara manual. Sedangkan teknologi CGI cara membuat karakter tokohnya dengan menggunakan software tertentu di komputer. Film kartun saat ini juga banyak yang telah menerapkan teknologi CGI karena dianggap lebih cepat proses pembuatannya meskipun membutuhkan biaya yang sangat mahal. Beberapa contoh film kartun yang belum memakai teknologi CGI dan masih menggunakan cara manual yaitu film Pinocchio, 101 Dalmation, Aladin, Mickey Mouse, dan lain sebagainya. Sedangkan beberapa contoh film kartun yang telah menggunakan teknologi CGI yaitu Toy Story, Wall-e, Finding Nemo, Cars, The Incredibles, Monster Inc, dan lain-lain.

Terus bagaimana Paul Walker dapat kembali berperan di Film Fast & Furious 7? Jawabannya karena Sang Sutradara, James Wan, membuat sosok Brian O’Conner diperankan oleh dua saudaranya Paul Walker, yang bernama Cody dan Caleb Walker pada beberapa adegan yang diambil setelah meninggalnya Paul Walker. Dengan berbagai teknik CGI yang dilakukan, wajah dari kedua saudara Paul Walker ini dibuat sedemikian rupa agar mirip wajah Paul Walker sehingga penonton seolah-olah tetap melihat Paul Walker yang asli.

Sumber dari http://www.hometekno.com/2015/12/pengertian-teknologi-cgi-dan-contohnya.html

Tentang CGI (computer generated imagery)

Tentu tak sedikit dari kita yang mempertanyakan dengan teknologi apa dan bagaimana film-film kreatif ini dibuat. Ternyata, kunci pembuatan film-film ini adalah sebuah aplikasi komputer grafis yang disebut computer generated imagery (CGI). Dengan perangkat lunak ini bisa diciptakan gambar 3D lengkap dengan berbagai efek yang dikehendaki. Beberapa software CGI populer antara lain Art of Illusion (bisa di-download di sourceforce.net), Maya, Blender, dan lain-lain.
CGI merupakan tehnik penerapan teknologi komputer grafik untuk pembuatan efek kusus (special effect) dalam film. Perangkat lunak (software/program) komputer yang biasanya digunakan dalam penerapan CGI antara lain 3ds Max, Blender, Light Wafe 3D, Maya, dan Autodesk Softimage.

Computer-Generated Imagery (CGI; bahasa Indonesia: “pencitraan yang dihasilkan komputer”) adalah penggunaan grafik komputer (atau lebih tepatnya, grafik komputer 3D) dalam efek spesial. CGI digunakan dalam film, acara televisi dan iklan, dan juga media cetak. Permainan video umumnya menggunakan grafik komputer waktu-nyata (jarang disebut sebagai CGI), namun juga sering menggunakan “adegan tengah” (cutscene) yang telah dirender dan film-film pembuka yang mirip dengan penggunaan CGI. Ini dinamakan Full Motion Video (FMV).
Kebut-kebutan di dunia animasi semakin sengit saja. Persaingan itu tidak hanya di era 3D sekarang. Namun, di era animasi 2D dulu pun juga terjadi persaingan secara ketat. Topik ini sangat menarik untuk diperbincangkan. Di dalam tulisan ini saya akan menulis hal-hal yang berkaitan dengan dunia animasi. Kita tahu bahwa sesuatu rangkaian gambar dengan memanfaatkan teknik animasi sehingga menghasilkan sesuatu yang terlihat hidup dan bergerak disebut dengan animasi. Masih banyak pengertian animasi yang dapat kita ketahui. Dunia film animasi yang akan saya bicarakan disini adalah animasi-animasi dalam bentuk kartun.

Kita ketahui bahwa animasi tidak akan jauh-jauh dari Disney. Animasi pertama kali dihasilkan pada tahun 1901 dan diciptakan oleh seorang lelaki bernama Walter Disney. Ia mendirikan sebuah perusahaan yang kian lama semakin merajai dunia kartun. Perusahaan yang menjadi “rajanya animasi”, Walt Disney. Sudah ratusan film kartun yang sudah diciptakan oleh perusahaan besar ini. Akibatnya, terbentuk suatu pikiran di masyarakat, jika kita ngomongin film kartun maka kita ngomongin Disney.
Animasi 2D terus dikonsumsi oleh para animator-animator dunia. Selain Disney, perusahaan lain yang menggunakan animasi 2D adalah Nickelodeon. Nickelodeon menciptakan beberapa film-film kartun, salah satu yang menjadi icon juga adalah SpongeBob Square Pants. Masih banyak perusahaan-perusahaan lain yang mengikuti jejak Walt Disney dalam menciptakan film-film kartun berbasis 2D. Kita ketahui, teknologi selalu berjalan maju ke depan. Teknik animasi berbasis 2D pun mempunyai saingan, yakni teknik animasi dengan basis 3D. Film-film animasi dengan 3D mempunyai keunggulan yang lebih dibandingkan dengan 2D. Teknik modern ini menjadikan film-film animasi kartun lebih real, bernyawa dan lebih hidup tentunya. Dengan bantuan teknologi CGI (Computer Generated Imagery), film-film kartun terlihat lebih bernyawa dan nyata.
Kita semua pastinya pernah menyaksikan film-film photo realistic animation yang mendorong kita untuk membayangkan bagaimana cara membuatnya. Adegan air laut terbelah dan membentuk gelombang setinggi menara tertinggi di dunia. akibat tumburan meteor sebesar kota New York dan siap menyelimuti kota terbesar di dunia dan merobohkan gedung-gedung pencakar langit dalam film Deep Impact yang begitu realistis membuat kita bertanya-tanya bagaimana proses pembuatannya? Begitu juga dengan adegan kota yang tertutup badai salju dalam film The Day After Tomorrow. Ada yang menebak dibuat miniatur kecil yang semirip mungkin dengan aslinya kemudian disiram dengan air sehingga terlihat seperti adegan-adegan spektakuler itu. Adalah teknologi komputer grafis yang membantu berbagai macam hal yang terlalu mahal dan tak mungkin untuk dibuat dalam film, iklan, dan video games menjadi nyata. Teknologi visual effect pada berbagai macam software 3 dimensi dan software-software pendukung lainnya yang membuat kita terhenyak ketika menyaksikan adegan seolah-olah bumi mengalami kiamat. Mungkin anda mulai berpikir apa hubungannya hal-hal semacam itu dengan fotografi? Di negara-negara barat teknologi canggih atau yang kini sering disebut dengan CGI mulai diaplikasikan pada bidang fotografi. Berbagai obyek yang terlalu sulit atau mahal dibuat dengan fotografi diciptakan melalui CGI.
CGI atau yang disebut juga Computer-generated imagery adalah sebuah visual-visual baik berbentuk still foto maupun film/ iklan/ interactive element dalam website yang diciptakan dengan software-software komputer grafis. Visual-visual yang dihasilkan melalui proses CGI biasanya mengedepankan unsur photo-realistic atau kemiripan dengan aslinya. (Computer-Generated Imagery). Teknologi CGI ini membuat gambar yang dihasilkan lebih bagus dan terlihat seperti nyata. Glen Taylor, pendiri sekaligus direktur operasional Taylor James, sebuah perusahaan CGI yang berdomisili di Inggris mengatakan bahwa kini kita bisa menjumpai banyak gambar yang dihasilkan dengan CGI, baik sebagian ataupun secara keseluruhan. Mulai dari film animasi, video & computer game, special effects pada film & iklan TV, konten interaktif pada website dan dalam pembuatan sebuah visual fotografi.

ketika menggunakan fotografi dalam membuat sebuah visual, maka obyek yang didapatkan adalah apa adanya. Ketika kita menginginkan sedikit perubahan dan penyesuaian maka diperlukan pemotretan ulang. Gley Taylor dari Taylor James (pembuat CGI pertama) memberi contoh sebuah project Motorola yang mereka kerjakan, project tersebut berawal dari hanya image untuk iklan cetak.
CGI sebuah obyek visual dapat digunakan kembali dengan merubah pencahayaan, kamera /framing dan juga menambahkan gerakan untuk keperluan media TV. Teknologi CGI yang dimiliki oleh Dreamworks lebih banyak dipakai dalam film non-animasi. Contoh kehebatan teknologi buatan Dreamworks bisa kita lihat di film Jurasic Park atau Men In Black.

Rupanya Dreamworks mau juga merambah ke dunia animasi. Gebrakan pertama mereka ya Antz itu. Sejak saat itu mulai deh antara Pixar dan Dreamworks saling kebut-kebutan untuk membuat film animasi.

Tidak semua film ciptaan komputer berjalan mulus menjadi box office di pasaran. Contohnya, film yang dikembangkan dari sebuah game yaitu ”Final Fantasy: The Spirit Within” (2001). Meski terkenal sebagai film pertama yang menciptakan tokoh manusia dengan CGI, tapi pasar tak antusias menyambutnya. Tak heran bila setelah produksi ke-2 ”Final Flight of the Osiris” sebuah film pendek sebagai prolog film ”The Matrix Reloaded”, Square Pictures gulung tikar.

Pengembangan teknologi CGI terus dilaporkan setiap tahun pada konferensi tahunan SIGGRAPH mengenai komputer grafis dan teknik interaktif yang dihadiri oleh puluhan ribu profesional komputer. Di sini para tokoh di balik penciptaan animasi-animasi bertemu. Bukan hal yang tidak mungkin suatu hari kelak para animator Indonesia pun akan banyak berbicara di pentas dunia.

Sumber dari https://kuliahilkom.wordpress.com/2010/03/04/tentang-cgi-computer-generated-imagery/

COMPUTER GENERATED IMAGERY (CGI)

CGI (Computer Generated Imagery) adalah aplikasi di bidang komputer grafis
(biasanya 3D komputer grafis). CGI digunakan di dalam film, tv, iklan dan media
cetak, dan video games.

CGI banyak digunakan di dalam efek visual karena memiliki kualitas yang
biasanya lebih tinggi dan lebih mudah dikontrol dibandingkan dengan teknik lain,
seperti miniatur. Teknik ini juga dapat menghemat banyak biaya karena sanggup
membuat adegan tidak dapat dibuat dengan teknik lain. Perkembangan CGI yang
makin marak, makin murah dan makin canggihnya teknologi yang dipakai
mengakibatkan CGI dapat dijangkau oleh perusahaan kecil yang mampu
membuat film kelas dunia.

CCGI 2 dimensi pertama kali digunakan didalam film Westworld (1973).
Sedangkan CGI 3D pertama kali digunakan di dalam film Futureworld(1976).
Film selanjutnya yang menggunakan teknologi CGI adalah Star Wars (1977).
Karakter lengkap CGI pertama kali dibuat oleh  Pixar di dalam Young Sherlock
Holmes (1985). Langkah CGI makin mantap setelah The Abyss (1989)
memenangkan Academy Award for Visual Effects. Efek visual di dalam film ini
dibuat oleh Industrial Light & Magic. CGI kemudian mendapatkan peran makin
banyak di dalam film Terminator 2: Judgment Day (1991). Film ini juga
menghasilkan Oscar untuk ILM. Selanjutnya Jurassic Park (1993) berhasil
menghidupkan dinosaurus dengan CGI. Film ini menandai awal penggunaan CGI,
untuk menggantikan miniatur, stop-motion animation dan teknologi
konvensional lainnya.

Tahun 1995, Toy Story (1995) yang dibuat oleh Pixar bekerja sama dengan Walt
Disney diluncurkan. Film ini menjadi tonggak sejarah dimulainya film yang
keseluruhannya dibuat dengan komputer. Kemudian mulai tahun 2000an, CGI
menjadi elemen penting di dalam efek spesial.

Tahun 2001, Square Pictures membuat film Final Fantasy: The Spirit Within (2001)
yang menampilkan gambar CGI manusia dengan detail yang sangat tinggi. Dibuat
dalam waktu 4 tahun, film ini tidak berhasil sukses secara komersial. Teknik
serupa diulang dalam pembuatan film pendek Final Flight of The Osiris yang
menjadi suplemen film The Matrix. Sayang, setelah itu Square Picture dibubarkan.

Di tahun 2001, Jimmy Neutron: Boy Genius (2001), film CGI layar lebar pertama
yang dibuat dengan alat dan software rumahan Newtek’s Lightwave 3D. Dibuat
oleh Nickelodeon dan DNA Production di Dallas, Texas.  Ini berarti, software
yang dijual bebas untuk pengguna rumahan pun dapat dibuat untuk membuat
film CGI.

Jimmy Neutron: Boy Genius (2001)
CGI di dalam film biasanya dirender didalam ukuran 1,4-6 megapixel. Toy Story,
misalnya dirender dalam ukuran 1536x922 (1,42 MP). Waktu untuk merender
satu frame biasanya berkisar 2-3 jam. Waktu ini lebih lama sepuluh kalinya kalau
adegannya makin kompleks. Waktu render ini tidak berubah banyak dari waktu
ke waktu. Walaupun komputer semakin cepat, namun kebutuhan gambar yang
makin baik dan kompleksitas yang makin tinggi juga meningkat.

Tak terbantahkan, di masa depan CGI akan semakin memegang peranan penting di dalam dunia film, televisi, dan hiburan. 

Sumber dari http://www.artikel.abajadun.com/2012/08/computer-generated-imagery-cgi.html