Bagi Wawasan

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label rebana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rebana. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 November 2016

Rebana Salsabila Sebagai Penggerak Aktivitas Perempuan



Perbedaan gender dalam perkembangannya telah melahirkan ketidakadilan genderdan  diskriminasi  terhadap  salah  satu  jenis  kelamin. Dalam  hal  ini  perempuan  adalah  pihak
yang  seringkali  dirugikan  terutama  dalam  peran  meraka  yang  terbatas  di  sektor  publik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanaRebana Salsabila dalam menggerakkanaktivitas  perempuan,  faktor  pendorong  dan  penghambat  yang  ditemui  Rebana  Salsabila
dalam  menggerakkan  aktivitas  perempuan.  Penelitian  ini  dilakukan  di  Desa  Jatingarang,Kecamatan  Bayan,  Kabupaten  Purworejo.  Penelitian  ini  merupakan  penelitian  deskriptif
kualitatif.Teknik  pengambilan  sampel  menggunakan  teknik  purposive  sampling,  melaluiteknik  ini  diharapkan  sampel  yang  ada  benar-benar  memberikan  informasi  yang  tepat
mengeni  fokus  penelitian  tersebut.pengumpulan  data  dilakukan  dengan  observasi  langsungdan  wawancara. 

 Validitas  data  menggunakan  triangulasi  data,  yaitu  teknik  pemeriksaan
keabsahan  data  yang  memanfaatkan  sesuatu  yang  lain  diluar  data  itu,  untuk  keperluanpengecekan  atau  sebagai  pembanding  data.  Analisis  data  dilakukan  beberapa  tahap  yaitu
pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, kemudian dilakukan penarikan kesimpulanpenelitian  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  Rebana  Salsabila merupakan  salah  satu
tempat  perempuan  Desa  Jatingarang  dalam  beraktivitas  di  sektor  publik.  Keberadaankelompok  seni  Rebana  Salsabila  memberi  kesempatan  perempuan  Jatingarang  untukmenunjukkan  eksistensi  mereka,  terutama  ketika  tampil  di  depan  publik.  Seiring  dengansemangat dan aktivitas perempuan Jatingarang di Rebana Salsabila, maka aktivitas yang lain
yang dulu tidak aktif seperti PKK, saat ini menjadiaktif kembali. Faktor pendorong RebanaSalsabila  adalah  dukungan  masyarakat,  kesamaan  hobi,  dan  niat  beribadah.  Faktorpenghambatnya  adalah   dana  yang  minim,  ketidakdisiplinan,  jadwal  latihan  yangmengganggu aktivitas rumah tangga serta kondisi pedesaan pada malam hari.

Sumber dari http://journal.student.uny.ac.id/jurnal/artikel/11341/34/1172

Rebana Diba Versi Cilacap





Rebana Diba versi Cilacap biasa disebut juga dengan sebutan Rebana Shalawat, salah satu jenis aliran musik Islami yang sempat populer di sebagian besar wilayah Cilacap dan Jatilawang, Banyumas pada tahun 1990-an. Instrumen musiknya biasa dipukul dengan iringan puisi atau syair Maulid al-Barjanzi dan ad-Diba'i. Namun, kini alat musiknya sudah berganti dengan instrumen rebana yang lebih populer, yakni rebana Hadrah. Dan kami merasa perlu memberi nama baru untuk memudahkan pencarian bagi peminatnya, yaitu dengan sebutan Rebana Hadrah versi Jatilawang. Kenapa kami menamakan jenis musik ini dengan sebutan Rebana Hadrah versi Jatilawang saja ? Sementara versi Cilacap tidak disebutkan ? Karena kelahiran aliran musik dan mayoritas pemakainya berasal dari daerah tersebut. Jumlah alat musiknya tetap sama. Rumus rebana serta kitab yang digunakan sebagai syair pengiringnya juga tetap dipertahankan. [Baca : Rebana Hadrah versi Jatilawang]. 

Lalu bagaimana nasib aliran musik versi Cilacap sekarang ? [Baca : Rebana Hadrah versi Sampang] Sementara untuk komposisi Rebana Diba versi Banyumas sendiri terdiri dari 5 rebana Hadrah besar ( Diba ) berdiameter 35-37 cm X 7-8 cm, 1 Tamrien/ Markis dan 1 buah Bedug atau Jidur dari bahan triplek. Tapi benarkah Rebana Diba versi Cilacap telah punah ? Rupanya musik Islami juga bisa 'membosankan'. Beruntungnya, pemukul atau penikmat versi ini tidak menggantinya dengan musik moderen khas sebagian anak muda sekarang : rock, rap, atau sejenisnya, tapi mereka menggantinya dengan alat musik Islam jenis lain, yaitu Rebana Hadrah versi Jatilawang dan Rebana Hadrah versi Sampang, seperti yang telah disebutkan di atas. Di bawah ini kami cantumkan komposisi dan dua pilihan harga Rebana Diba versi Cilacap untuk wilayah Jawa ; Kualitas Standard I (5 Rebana type SMS357/PC, 1 Jidur Triplek St, dan 1 buah Tamrien Stainless) Rp 1,875,000 Kualitas Standard II (5 Rebana type SMS357/Kng, 1 Jidur Triplek Sp, dan 1 buah Tamrien PVC) Rp 2,462,500

Sumber: http://www.solichin-toip.com/p/rebana-diba-versi-cilacap.html

Rebana DibaVersi Banyumas



Berbeda dengan rebana Diba versi Jakarta dan Cilacap, rebana Diba versi Banyumas menggunakan komposisi Bass yang lebih modern, yakni Bass Drum_salah satu alat musik dari jenis Marching Band. Sedangkan rebananya sendiri terdiri dari lima buah dengan diameter atau garis tengah yang sama : 35-37 cm X 8-9 cm, dengan tambahan satu buah Tamrien atau Markis. Sehingga jumlah keseluruhan rebana Diba versi Banyumas adalah tujuh buah. Sayang sekali versi ini pun jarang terdengar lagi gaungnya, tergantikan oleh rebana Hadrah Simtudh-Dhurar al-Habsyi/ al-Banjary ataupun versi habib Syeh. Hanya ada beberapa grup rebana saja yang masih bertahan dengan komposisi seperti ini, beberapa grup di daerah Jatilawang dan Sokaraja. Penikmat rebana Diba versi Banyumas kebanyakan orang tua baik kalangan ibu-ibu atau pun bapak. Syair yang biasa digunakan untuk mengiringi tepakan suaranya yang cenderung santai adalah kitab Maulid Ad-Diba'i atau al-Barjanzi. 



Sementara paduan suara instrumen dan vokalnya biasa digelar untuk mengiringi acara Walimatut-Tasmiyyah [pemberian nama pada seorang bayi yang baru dilahirkan]. Anda masih berminat ? Silakan lihat rincian harganya, atau bisa langsung memilih komposisi gambar di samping [Kelas Standard kricik Plat Chroom] dengan harga sudah sampai ke wilayah Anda di daerah Jawa via jasa paket LTH. 
Kelas Standard 5 rebana type SMS357/Plat Chroom+Tamrien Stainless+Bass Drum 16"/St Rp 2,125,000. Kelas Standard 5 rebana type SMS357/Kuningan+Tamrien PVC one body+Bass Drum 16"/Sp Rp 2,862,500 Kelas Super 5 rebana type SNS357/Kuningan+Tamrien PVC double body+Bass Drum 18"/Sp Rp 3,487,500

Sumber: http://www.solichin-toip.com/p/rebana-diba-versi-banyumas.html

Alternatif design alat musik habib syech






Ada banyak versi desain rebana Hadrah habib Syech, terutama mengenai kolaborasi alat musiknya. Kreatifitas masing-masing grup hadrah yang semoga terus berlajut. Tentu, jangan lupakan untuk tetap memantapkan hati [niat] dalam rangka ittiba atau mengikuti jejak Rasulullah SAW. [baca : hukum menggunakan rebana/ duffuf]. Seperti sama-sama telah kita dengar dan mungkin Anda alami langsung, habib Syech bin Qadir Assegaf dengan grupnya Ahbaabul-Musthofa begitu santer tampil di pelosok nusantara. Ribuan pengunjung, muhibbin atau syecher mania senantiasa hadir mendengarkan lantunan shalawat dengan iringan rancak grup rebananya. Video dan MP3 shalawat dalam bentuk kaset CD/ DVD-nya pun beredar dan mudah di dapatkan di toko-toko musik atau pun pedangan kaki lima. Sehingga gema shalawat Nabi yang dilantunkannya seolah memenuhi jagat bumi dan langit. Seorang teman yang kebetulan pernah sepanggung dengan beliau mengatakan, bass habib Syech [ada yang menyebut dengan istilah bass Rolling/ bass Mika/ bass head] kepunyaan grup Ahbaabul-Musthofa berukuran jumbo. 

Sehingga suara 'dug-dug !' yang dikeluarkannya pun begitu keras dan mantap terdengar. Sedangkan seorang teman lain mengatakan berbeda, bassnya berukuran kecil antara 14 inci. Mana yang betul ? Mungkin grup beliau punya kedua-duanya ? Entahlah, karena saya sendiri belum pernah melihatnya secara langsung ... Lalu bagaimanakah kolaborasi selain bass yang dimaksud ? Di bawah ini ada beberapa contoh alat musik versi habib Syech yang kebetulan memesan produk Suara Tunggal Bahana merek Solichin Toip dari Bumiayu. Masing-masing daerah ada penambahan dan pengurangan alat musik berbeda-beda. Namun yang paling menonjol adalah pilihan kualitas yang selalu tidak sama. Ada yang memesan satu set alat musik dengan dua campuran kualitas, ada yang seluruhnya kualitas standar, namun ada juga beberapa yang mengambil kualitas super atau esklusif secara utuh [seluruhnya].

Sumber: http://www.solichin-toip.com/2013/01/alat-musik-habib-syech.html

Rebana Dalam Sejarah Musik Dunia




 Tambourine atau yang dalam istilah bahasa Indonesia disebut Rebana, memiliki istilah yang berbeda di negara yang lain mengikuti perkembangan sejarah instrumen tersebut di tanah kelahirannya. Tetapi pada dasarnya secara umum dalam bentuk dan fungsinya tetap sama.

Tambourine atau Rebana, Daf, Pandeiro, Buben, Dajre, Kanjira, Dayereh  ataupun Riq merupakan salah satu anggota dari keluarga perkusi jenis idiophone namun juga termasuk alat musik perkusi dengan jenis membranophone.

Rebana disebut Riq, digunakan di berbagai negara termasuk Mesir, Irak, Suriah, dan di negara-negara Arab lainnya. Di Rusia, Ukraina, Slovia, Cekoslovakia dan Polandia, alat musik perkusi ini disebut dengan istilah Buben. Sedangkan di Balkan, Persia dan di negara-negara Asia Tengah, instrumen ini biasa disebut dengan Dajre. Dalam masyarakat India Selatan perkusi ini disebut dengan Kanjira. Semua istilah atau nama yang berbeda-beda tersebut sama-sama diterima sebagai instrumen perkusi, yang memiliki fungsi utama yaitu menjaga ritme dalam suatu karya musik.

Secara historis tambourine tersebut telah diidentifikasi digunakan dalam berbagai bentuk genre musik termasuk pada musik Persia, Klasik, dan musik Pop. Alat perkusi ini juga dapat ditelusuri kembali ke jaman peradaban yang paling kuno sekalipun, termasuk dalam sejarah musik India, Cina, Afrika Utara, Roma, Mesir dan Yunani di mana ia biasanya digunakan selama periode acara-acara perayaan.

Sejarah ini berkembang dari Timur Tengah kuno dan akhirnya mencapai Eropa pada abad pertengahan. Bahkan perkusi ini mulai muncul dan digunakan dalam opera, balet dan komposisi yang lebih banyak lagi dan lebih sering lagi pada perjalanan dan perkembangan musik sepanjang abad 18 dan 19.

Pada 320 SM dalam sejarah Yunani kuno terbersit kisah seorang wanita yang memegang cermin dan memainkan rebana sedang menghadapi jin bersayap dengan pita dan cabang dengan daun tergantung pada perkusi ini. Pada garis-garis anyaman dekoratif berwarna merah yang tergantung di tambourine, bisa terlihat tulisan Tamburello, yang merupakan salah satu istilah rebana dari Italia Selatan.

Alat musik ini dibuat dengan menggunakan benda berbentuk seperti lingkaran atau berbentuk tabung yang rendah atau berbentuk cincin dan tunggal. Alat musik ini sering menggunakan kulit hewan yang sudah di samak atau tipis untuk menutupi lubang cincinnya, yang memiliki sepasang lempengan logam yang disatukan pada sisi badan cincin.

Yang menjadi catatan adalah, bahwa tidak semua rebana menggunakan kulit dari binatang. Dalam beberapa jenis alat ini hanya menggunakan sepasang lempengan logam atau lebih dan digantung didinding bingkainya. Frame drum yang berbentuk seperti rebana dianggap sebagai instrumen perkusi paling kuno di dunia.

Alat musik ini digunakan dengan cara memukul tubuh kulitnya atau menggoncangkan lempengan-lempengan logamnya, atau memukul bagian dari tubuh kulitnya sambil menggoncangkan untuk mendapatkan keduanya secara simultan.

Dan biasanya rebana digunakan sebagai instrumen pengiring alat musik lain yang dimainkan bersamanya atau digunakan oleh para penari. Tambourine telah berkembang dalam penggunaannya, misalnya digunakan dalam berbagai kegiatan rohani atau ritual dan lain sebagainya.

Sumber dari http://kreasirebana.blogspot.co.id/2011/11/rebana-dalam-sejarah-musik-dunia.html

Pengertian Rebana



Rebana adalah gendang berbentuk bundar dan pipih. Bingkai berbentuk lingkaran dari kayu yang dibubut, dengan salah satu sisi untuk ditepuk berlapis kulit kambing. Kesenian di Malaysia, Brunei, Indonesia dan Singapura yang sering memakai rebana adalah musik irama padang pasir, misalnya, gambus, kasidah, zapin melayu dan hadroh.

Di Indonesia, alat musik rebana berkembang menjadi banyak jenis. Biasanya merupakan ciri khas dari kultur budaya daerah tertentu. Jenis alat rebana yang paling umum diantaranya, Rebana Banjar, Rebana Biang, Jidor, Kompang, Marawis, Samroh, Hadroh dan lainnya…

Sebagai contoh, masyarakat di pesisir utara pulau Jawa menyebut Rebana adalah Terbang Banjari. Mereka tidak mengenal Kompang ataupun Biang...Begitu pula masyarakat di wilayah Sunda. Di sana jarang sekali orang yang mengenal Samroh maupun Hadroh...Jadi pengertian alat musik Rebana di setiap daerah bisa saja berbeda bergantung dari kebudayaan asal masing-masing.

Bagi masyarakat Melayu di negeri Pahang, permainan rebana sangat populer, terutamanya di kalangan penduduk di sekitar Sungai Pahang. Jika di Indonesia umumnya Rebana dimainkan untuk lagu-lagu keagamaan dan sarana dakwah, maka tepukan rebana di daerah Melayu biasa mengiringi lagu-lagu tradisional seperti indong-indong, burung kenek-kenek, dan pelanduk-pelanduk. Di Malaysia, selain rebana berukuran biasa, terdapat juga rebana besar yang diberi nama Rebana Ubi, dimainkannya pada hari-hari raya untuk mempertandingkan bunyi dan irama.

Selain di Asia tenggara, di daerah Asia selatan meliputi Pakistan, India, Bangladesh, Maladewa dan sekitarnya seni rebana juga sangat ramai. Namun karena latar belakang sejarah yang sedikit berbeda, varian alat musik dan senandungnya sedikit banyak juga berbeda. Untuk lebih jelasnya silakan baca juga Rebana Dalam Sejarah Musik Dunia.

Sumber dari http://kreasirebana.blogspot.co.id/2011/11/pengertian-rebana.html